Pendampingan yang Paling Tepat untuk Anak Sulit Bicara

Anak sulit bicara tergolong ke dalam gejala apraksia yaitu merupakan sebuah kondisi dimana si kecil mengalami kesulitan dalam menggerakan otot-otot wajah sehingga berdampak pada kemampuan bicaranya. Apraksia juga dikenal dengan gangguan neurologis pada anak karena kesulitan dalam mengendalikan gerakan. Kondisi tersebut terjadi akibat kelainan atau cedera pada lobus parietal pada otak.

Apraksia dalam garis besar tidak hanya kesulitan dalam menggerakan otot wajah saja, namun juga merupakan kondisi anak kesulitan menggerakkan kaki dan tangan. Mendeteksi sejak dini apraksia pada si kecil juga bisa ditandai dengan anak tidak aktif bicara ketika memasuki usianya untuk bicara, anak mengalami kesulitan untuk mengunyah dan selalu mengucapkan kata yang sama karena kesulitan merubah kata lain.

Fase anak untuk berbicara bisa terjadi pada usia 3 bulan, biasanya anak akan mengeluarkan kata-kata kurang jelas yaitu bahasa bayi. Memasuki usia 6 bulan, anak mulai terucap jelas dalam penyebutan kata. Apabila pada usia-usia tersebut si kecil masih belum aktif bicara maka bisa dipastikan si kecil mengalami kesulitan dalam menggerakan otot-otot pada wajahnya. Dan anak sulit bicara biasanya terjadi terlambat dari usia semestinya.

Menstimulasi Anak Sulit Bicara

Peran orang tua di sini sangat berpengaruh dalam perkembangan bicara pada anak. Beberapa cara bisa orang tua lakukan untuk membantu menstimulasi kemampuan berbicara anak, antara lain adalah:

1.Membiasakan untuk membuat narasi

Meskipun perkembangan bicara anak masih mengalami kesulitan, orang tua dapat melakukan percakapan seperti biasa atau sehari-hari. Misalnya saja saat mengenakan baju, mandi, menyisir rambut atau waktu waktu, orang tua dapat membuat narasi seperti cerita pendek atau dongeng pendek yang bisa anak dengarkan. Membiasakan bicara dengan kalimat yang lengkap dapat menstimulasi otak anak.

2.Mengikuti semua kata yang diucapkan anak

Ketika usia anak masih dalam tahap ‘bahasa bayi’ yang perlu orang tua lakukan adalah selalu mengikuti ucapan yang anak utarakan. Mengikuti persis apa yang diucapkan anak dapat mendorong semangatnya untuk mengucapkan kata-kata dengan jelas.

3.Memuji perkembangan anak

Orang tua jangan pelit ya untuk selalu memuji saat mendampingi anak untuk bicara. Pujian dapat menstimulasi perkembangan bicara anak. Memberikan pelukan, pujian dan senyuman untuk si kecil dapat meningkatkan percaya dirinya sehingga anak tidak mudah menyerah. Hal ini sangat efektif untuk membantu anak untuk terus berusaha.

Apabila ketiga hal tersebut sudah dilakukan namun kondisi perkembangan bicara anak masih sangat rendah maka orang tua perlu berkonsultasi pada dokter. Biasanya dokter akan memberikan beberapa tes pada anak dan pengobatan sesuai kondisi anak hingga anak tidak mengalami kesulitan berbicara. Orang tua juga bisa menghadirkan terapis khusus untuk menangani anak sulit bicara di rumah sebagai tambahan dalam memaksimalkan perkembangan anak dalam bicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *